Buyung, harimau jantan berusia 6-7 tahun berbobot 121kg dan harimau betina bernama Panti yang berbobot 80kg serta berumur 5-6 tahun ini dianggap sudah sehat dan dapat dilepasliarkan dengan tujuan agar mereka dapat bereproduksi dengan 50 ekor harimau Sumatra lainnya yang menurut pengamatan berada di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan ini.
Pelepasan dilakukan di tengah lapangan rumput luas dengan penjagaan memadai berupa senjata bius kalau-kalau mereka berdua nyasar ke arah yang tidak diinginkan :) Pukul 3 sore, Tommy Winata, pemilik group Artha Graha membuka kunci kandang Panti. Pengusaha kelahiran Taiwan ini menjadi pelopor karantina harimau. Lalu, Zulkifli Hasan S.E, Menteri Kehutanan kita yang baru membuka pintu kandang Panti. Start yang bagus pak! Semoga kehidupan hewan liar di Indonesia bisa diperhatikan dan dijaga. Karena bila tidak sekarang, nasib binatang cantik ini akan sama seperti 2 subspecies lainnya, yaitu harimau Jawa dan harimau Bali yang sudah dinyatakan punah :(
Panti yang waspada tidak begitu saja keluar dari kandangnya melainkan perlahan menghampiri kandang Buyung yang belum dibuka. 5 menit setelah dia berputar-putar disekitar sana, Panti kemudian berlari menuju semak-semak. Sungguh suatu momen yang indah melihat makhluk hidup berlari menuju kebebasannya :D Buyung kemudian dilepas beberapa saat kemudian.
"Kedua harimau ini telah dipasang alat GPS collar di leher mereka untuk mendeteksi keberadaan dan aktivitas mereka. ", ucap Tony Sumampaouw, direktur Taman Safari Indonesia yang juga bekerja sama dalam konservasi satwa liar ini.

Harimau lainnya, Pangeran dan Agam, telah dilepaskan ke Hutan Tambling pada Juli 2008, sementara Ucok yang diperkirakan berusia 12 tahun dianggap terlalu tua dan rawan untuk dilepasliarkan. Sedangkan Selma masih dianggap liar dan diperkirakan pernah memakan manusia karena ditemukan rambut manusia pada fesesnya. Menurut saya, sebenarnya isu ini bukanlah karena kesalahan mereka. Pembabatan hutan secara ekstensif untuk pelebaran daerah perkebunan dan perumahan membuat habitat binatang-binatang malang ini semakin sempit sehingga mereka terpaksa berinteraksi dengan warga setempat. Setelah ditangkap warga, keenam harimau tersebut hidup terlantar. Bahkan ada yang dikerangkeng di kandang bekas orang utan di markas Korem setempat. Beberapa bulan dikandang, kondisi harimau itu kian memprihatinkan. Ada yang terserang tumor rahang, jantung, hati, hingga cacingan. Hal itu karena pola makan dan kondisi kerangkeng yang tidak memenuhi syarat. Artha Graha Peduli kemudian mengevakuasi mereka ke TWNC. (Sumber diambil dari Bataviase.co.id :Terbiasa Makan Manusia, Tak Jadi Dilepas)
Credit: Foto-foto diatas diambil dari (sumber: sains.kompas.com) dan (sumber:ulun.lampunggech.com)
WHAT CAN WE DO?
- Sebarluaskan berita ini ke keluarga, teman dan kerabat Anda
- Cegah perambahan hutan dengan lebih menghemat kertas seperti memakai kertas bolak-balik dan daur ulang
- Dukung kampanye-kampanye dan kegiatan-kegiatan dari lembaga-lembaga wildlife terkait, seperti meng-add facebook TWNC
- WWF Indonesia akan mengadakan "Save The Tiger Campaign" tanggal 14 Februari nanti bertepatan dengan Tahun Baru Cina yang menandakan awal tahun macan. Info bisa dilihat di WWF Indonesia
- Keep in mind, that Every living things has life, but only human race has the logic. Karena itu kita sebagai makhluk hidup yang berakal budi harus bisa menghargai makhluk hidup lainnya!!